Jenis Manuskrip

Alamtara: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam menerima naskah ilmiah yang relevan dengan ruang lingkup Komunikasi Islam, Penyiaran Islam, Kajian Media Islam, serta pendekatan interdisipliner di bidang tersebut. Naskah yang diajukan harus merupakan karya ilmiah orisinal, belum pernah diterbitkan sebelumnya, dan tidak sedang dalam proses penilaian pada jurnal atau penerbit lain.

Jenis manuskrip yang dapat dipertimbangkan untuk diterbitkan dalam Jurnal Alamtara meliputi:

  1. Artikel Penelitian (Research Article)
    Artikel penelitian menyajikan hasil penelitian orisinal yang dilakukan secara sistematis dengan metode keilmuan yang jelas. Naskah harus memuat pendahuluan/tujuan penelitian, metode, hasil, pembahasan, dan kesimpulan yang didukung oleh data serta analisis yang memadai. Topik penelitian dapat mencakup (namun tidak terbatas pada) retorika dakwah, jurnalisme Islam, komunikasi antarbudaya, etika media massa, penyiaran digital Islami, sosiologi komunikasi Islam, dan diskursus media keagamaan kontemporer.
  2. Artikel Tinjauan (Review Article)
    Artikel tinjauan menyajikan sintesis kritis terhadap literatur ilmiah yang relevan dengan bidang ilmu komunikasi dan penyiaran Islam. Naskah diharapkan mengidentifikasi perkembangan pengetahuan terkini (state of the art), tren, kesenjangan penelitian, serta implikasi ilmiah dan rekomendasi untuk riset selanjutnya. Artikel tinjauan harus menggunakan sumber ilmiah yang kredibel dan pendekatan penelusuran literatur (seperti Systematic Literature Review) yang sesuai.
  3. Komunikasi Singkat / Catatan Penelitian (Short Communication / Research Note)
    Komunikasi singkat menyajikan temuan awal, laporan studi kasus yang sangat spesifik, atau informasi ilmiah baru yang memiliki nilai penting bagi pengembangan keilmuan komunikasi Islam. Naskah ini disusun secara lebih ringkas dibandingkan artikel penelitian penuh, namun tetap harus memuat metode dan hasil yang memadai untuk mendukung validitas temuan akademik.

Ketentuan Umum
Seluruh manuskrip harus sesuai dengan fokus dan ruang lingkup Alamtara, mengikuti pedoman penulisan (template) yang berlaku, menggunakan referensi primer yang mutakhir, serta memenuhi standar etika publikasi. Setiap naskah akan melalui pemeriksaan awal (desk review) oleh editor untuk menilai kesesuaian dan kelayakan sebelum dilanjutkan ke proses penelaahan sejawat (peer review) secara blind review. Penulis wajib mengirimkan naskah melalui sistem Open Journal Systems (OJS).


Naskah yang Tidak Dapat Dipertimbangkan untuk Publikasi

Alamtara: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam berhak menolak naskah yang tidak memenuhi persyaratan ilmiah, etika publikasi, atau kesesuaian dengan fokus jurnal. Naskah berikut tidak dapat dipertimbangkan untuk publikasi:

  1. Di luar ruang lingkup jurnal. Naskah yang tidak memiliki relevansi dengan ilmu komunikasi, penyiaran Islam, kajian media, atau diskursus interdisipliner terkait.
  2. Tidak memiliki kontribusi ilmiah yang memadai. Naskah yang sekadar mengulang kajian lama tanpa menunjukkan kebaruan (novelty) atau kontribusi yang jelas terhadap keilmuan komunikasi Islam.
  3. Plagiarisme dan pelanggaran orisinalitas. Naskah yang terindikasi plagiarisme, daur ulang naskah sendiri (auto-plagiarism), atau menggunakan karya pihak lain tanpa sitasi yang semestinya.
  4. Pengajuan simultan dan publikasi ganda. Naskah yang sedang dipertimbangkan oleh jurnal lain, atau bagian substansialnya telah diterbitkan sebelumnya di tempat lain.
  5. Kelemahan metodologis yang mendasar. Naskah dengan desain penelitian, teknik pengumpulan data, analisis, atau interpretasi yang cacat sehingga kesimpulan tidak dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.
  6. Data fabrikasi atau manipulasi. Naskah yang mengandung fabrikasi/falsifikasi data riset, wawancara fiktif, maupun penyajian informasi yang menyesatkan.
  7. Pelanggaran etika penelitian. Penelitian yang tidak menghormati etika subjek manusia (informan/responden), terutama terkait privasi dan persetujuan (informed consent).
  8. Pelanggaran etika kepengarangan. Naskah yang melibatkan pencantuman penulis fiktif/kehormatan (honorary authorship) atau penghilangan individu yang berhak menjadi penulis.
  9. Ketidakpatuhan format secara radikal. Naskah yang mengabaikan template jurnal, tata tulis akademik standar, atau bahasa yang sangat buruk dan sulit dipahami.
  10. Manipulasi sitasi. Naskah yang menggunakan referensi fiktif atau memasukkan sitasi yang tidak relevan semata-mata untuk meningkatkan kutipan pihak tertentu.

Kebijakan Editorial
Keputusan penolakan naskah dapat terjadi pada tahap pemeriksaan awal (desk rejection) maupun pasca-penelaahan sejawat. Alamtara berkomitmen menjaga integritas keilmuan dan transparansi melalui proses seleksi yang objektif. Keputusan akhir redaksi bersifat mutlak dan berlandaskan pada kualitas akademik naskah.