Strategi Komunikasi Dakwah dalam Merespons Fenomena Islamophobia di Ruang Publik Digital

Penulis

Moh. Khoirul Fatih
Universitas Tarbiyatut Tholabah Lamongan
Ach. Ilham Zubairi
Universitas Tarbiyatut Tholabah Lamongan
Bagikan Artikel Ini:
WhatsApp Facebook X

Unduhan / Naskah Lengkap

Akses Terbuka
Unduh Berkas Lengkap Artikel Format PDF | Bebas diunduh dan dibaca untuk keperluan akademik & sitasi

Abstrak

Fenomena Islamophobia yang berkembang dalam ekosistem digital menjadi tantangan serius bagi aktivitas dakwah kontemporer. Arus informasi yang tidak terkendali, misinformasi, kompetisi naratif, serta segmentasi audiens akibat algoritma, menuntut pendekatan dakwah yang lebih adaptif dan inovatif. Artikel ini bertujuan menganalisis bentuk tantangan dakwah di era digital dan merumuskan strategi komunikasi dakwah yang efektif dalam merespons Islamophobia. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah berbagai penelitian terkait media digital, dakwah, dan wacana Islamophobia. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi penting yang perlu dilakukan meliputi penguatan literasi digital pendakwah, penyebaran pesan moderasi beragama, kolaborasi dengan influencer Muslim, pembangunan narasi tandingan, pemanfaatan visualisasi pesan, serta pengembangan dialog interaktif dengan audiens. Temuan ini menegaskan bahwa dakwah digital membutuhkan pengelolaan yang profesional, partisipatif, dan berbasis literasi media untuk mengatasi bias terhadap Islam sekaligus memperkuat harmoni sosial.

Kata Kunci:
#Dakwah digital #Islamophobia #literasi media #komunikasi dakwah #moderasi beragama

Kata Kunci / Kata Kunci

5 Kata Kunci

Daftar Pustaka / Referensi

29 Referensi
  1. Allen, Chris. (2010). Islamophobia. London: Ashgate.
  2. Armstrong, Karen. (2002). Islam: A Short History. New York: Modern Library.
  3. Awan, Imran. (2014). “Islamophobia and Twitter: A Typology of Online Hate Against Muslims.” Policy & Internet 6(2): 133–135.
  4. Azfril. (2016). “Islamophobia in Cyberspace.” Journal of Muslim Minority Affairs 36(1): 76–79.
  5. Bakti, Andi Faisal. (2023). “Dakwah Digital dan Tantangan Generasi Z.” Jurnal Komunikasi Islam 12(1): 55–70.
  6. boyd, danah. (2014). It’s Complicated: The Social Lives of Networked Teens. New Haven: Yale University Press.
  7. Bleich, Erik. (2011). The Freedom to Be Racist? New York: Oxford University Press.
  8. Castells, Manuel. (2010). The Rise of the Network Society. 2nd ed. Oxford: Wiley-Blackwell.
  9. Darraz, Muhammad Abdullah. (2019). Moderasi Beragama: Konsep, Diskursus, dan Implementasi. Jakarta: Puslitbang Bimas Agama.
  10. Diana. (2020). Dakwah Digital: Teori dan Praktik Komunikasi di Era Media Baru. Jakarta: Kencana.
  11. Dijk, Teun A. van. (2000). Ideology and Discourse Analysis. Barcelona: Open University of Catalonia.
  12. Eriyanto. (2011). Analisis Wacana: Pengantar Analisis Teks Media. Yogyakarta: LKiS.
  13. Esposito, John L., and Ibrahim Kalin, eds. (2011). Islamophobia: The Challenge of Pluralism in the 21st Century. New York: Oxford University Press.
  14. Farida, Ida. (2020). “Visual Dakwah di Era Digital.” Jurnal Dakwah dan Komunikasi 15 (2): 223–230.
  15. Gardell, Mattias. (2010). Islamophobia. London: Pluto Press.
  16. Hasan, Noorhaidi. (2019). Literatur Keislaman Generasi Milenial. Jakarta: Mizan.
  17. Hobbs, Renee. (2010). Digital and Media Literacy: A Plan of Action. Washington, DC: Aspen Institute.
  18. Lim, Merlyna. (2014). Klik, Like, Share: Internet dan Kontestasi Ruang Publik di Indonesia. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.
  19. McQuail, Denis. (2010). McQuail’s Mass Communication Theory. 6th ed. London: Sage Publications.
  20. Miles, Matthew B., A. Michael Huberman, and Johnny Saldaña. (2014). Qualitative Data Analysis. California: SAGE Publications.
  21. Moleong, Lexy J. (2019). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
  22. Modood, Tariq, and Nasar Meer. (2012). Race and Ethnicity in Sociology. London: Sage.
  23. Nashrullah, Rulli. (2020). Media Sosial: Perspektif Komunikasi, Budaya, dan Sosioteknologi. Jakarta: Kencana.
  24. Noble, Safiya Umoja. (2018). Algorithms of Oppression: How Search Engines Reinforce Racism. New York: NYU Press.
  25. Nugroho, Yanuar. (2012). Memetakan Lanskap Media Baru di Indonesia. Jakarta: Centre for Innovation Policy and Governance.
  26. Shulton Asnawi, M. Habib. (2018). “Dakwah di Era Media Baru.” Jurnal Komunikasi Islam 8 (1): 112–114.
  27. Tufekci, Zeynep. (2017). Twitter and Tear Gas: The Power and Fragility of Networked Protest. New Haven: Yale University Press.
  28. Watie, Errika Dwi Setya. (2016). “Komunikasi dan Media Sosial: Tantangan dan Peluang Penyebaran Informasi di Era Digital.” Jurnal ASPIKOM 3(1): 78–79.
  29. Zed, Mestika. (2008). Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Informasi Terbitan

Bagian
Articles
Diterbitkan
2026-10-21

Cara Mengutip

Fatih, M. K., & Zubairi, A. I. (2026). Strategi Komunikasi Dakwah dalam Merespons Fenomena Islamophobia di Ruang Publik Digital. ALAMTARA, 10(1). https://doi.org/10.58518/alamtara.v10i1.4539

Artikel Serupa

41-50 dari 143

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.