Kebijakan Penggunaan AI
Kebijakan Penggunaan Alat Kecerdasan Buatan (AI)
1. Pendahuluan
Alamtara: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam mengakui potensi transformatif Kecerdasan Buatan (AI) dalam publikasi ilmiah. Mulai dari meningkatkan kejelasan bahasa hingga membantu analisis data, alat AI dapat memberikan manfaat dan meningkatkan produktivitas penulis. Namun, penggunaannya harus dikelola secara hati-hati demi menjaga integritas akademik, orisinalitas, transparansi, dan akuntabilitas.
Kebijakan ini menguraikan posisi jurnal mengenai penggunaan alat AI secara etis dan bertanggung jawab dalam penyusunan naskah, yang sejalan dengan praktik utama dari Committee on Publication Ethics (COPE).
2. Definisi Alat AI
Alat AI mencakup sistem digital, platform, atau perangkat lunak yang menggunakan teknik kecerdasan buatan—seperti machine learning (ML) dan natural language processing (NLP)—untuk menghasilkan, menganalisis, menerjemahkan, merangkum, atau memodifikasi data teks, visual, maupun audio dalam konteks penelitian. Contohnya meliputi Generative AI (seperti ChatGPT, Gemini, Claude), asisten penulisan (seperti Grammarly, DeepL, Quillbot), serta perangkat pengolah sitasi berbasis AI.
3. Penggunaan yang Diperbolehkan dan Dilarang
Penggunaan yang Diperbolehkan:
- Pemeriksaan tata bahasa, ejaan, dan perbaikan tanda baca.
- Meningkatkan kejelasan gaya bahasa dan penyelarasan nada tulisan.
- Merapikan format referensi, kutipan, serta pencarian literatur awal.
- Mendukung (bukan menggantikan) proses persiapan data statistik atau kualitatif.
- Batas Maksimal Kemiripan AI: Batas maksimal hasil deteksi tulisan AI melalui Turnitin (atau perangkat lunak sejenis) adalah 20%. Penulis wajib menyesuaikan naskahnya apabila skor deteksi AI melebihi batas tersebut sebelum diajukan.
Penggunaan yang Dilarang:
- Menghasilkan keseluruhan naskah atau bagian substansial karya asli tanpa pengawasan manusia secara kritis.
- Memalsukan, memanipulasi, atau merekayasa data lapangan, citra, maupun temuan ilmiah.
- Mengutip atau merangkum karya orang lain secara otomatis yang mengarah pada tindakan plagiarisme.
- Melanggar hak cipta atau kekayaan intelektual pihak ketiga.
4. Keakreditan Penulis dan Tanggung Jawab
Alat AI tidak dapat dicantumkan sebagai penulis atau penulis pendamping (co-author). Hak kepenulisan hanya diberikan kepada peneliti manusia yang berkontribusi secara substansial dalam konsep, desain, eksekusi, atau interpretasi penelitian serta dapat dimintai pertanggungjawaban ilmiah. Penulis bertanggung jawab penuh atas kebenaran faktual, orisinalitas, dan integritas seluruh isi naskah.
5. Persyaratan Deklarasi
Jika alat AI digunakan di luar perbaikan tata bahasa dasar, penulis wajib mencantumkan bagian khusus berjudul "Declaration of AI Tool Usage" sebelum daftar pustaka dengan format sebagai berikut:
"Dalam penyusunan naskah ini, penulis menggunakan [nama alat AI, versi, dan pengembang] untuk [jelaskan tujuan penggunaan]. Seluruh hasil olahan AI telah ditinjau dan disunting secara kritis oleh penulis untuk memastikan akurasi faktual dan kepatuhan standar akademik. Penulis bertanggung jawab penuh atas seluruh isi naskah ini."
6. Pengawasan Editorial dan Sanksi
Pengelola jurnal Alamtara tidak menggunakan keputusan otomatis berbasis AI dalam menentukan penerimaan naskah. Seluruh keputusan berada di tangan editor dan mitra bestari. Pelanggaran terhadap kebijakan ini, seperti menyembunyikan penggunaan AI secara masif atau melebihi batas deteksi 20%, dapat mengakibatkan penolakan naskah, penarikan artikel (retraction) jika telah terbit, atau sanksi akademik lainnya.