Menilai Ulang Penafsiran Gunung yang Bergerak dalam QS. An-Naml [27]: 88: Analisis Epistemologis Berdasarkan Prinsip Verifikasi A. J. Ayer

Penulis

Wardaniyanti
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Indonesia
Bagikan Artikel Ini:
WhatsApp Facebook X

Unduhan / Naskah Lengkap

Akses Terbuka
Unduh Berkas Lengkap Artikel Format PDF | Bebas diunduh dan dibaca untuk keperluan akademik & sitasi

Abstrak

Penafsiran mengenai "gunung yang berjalan" dalam QS. An-Naml [27]:88 telah lama menjadi perdebatan dalam kajian tafsir Al-Qur'an. Para mufasir klasik umumnya memahami ayat tersebut sebagai gambaran peristiwa kosmik pada Hari Kiamat, sedangkan sebagian mufasir kontemporer menafsirkannya sebagai isyarat ilmiah mengenai pergerakan bumi dan dinamika geologi. Meskipun kedua kecenderungan penafsiran tersebut telah banyak dibahas dari perspektif teologis dan saintifik, kajian yang mengevaluasi validitas epistemologisnya melalui perspektif filsafat ilmu modern masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kembali penafsiran QS. An-Naml [27]:88 dengan menggunakan prinsip verifikasi Alfred Jules Ayer sebagai kerangka epistemologis dalam mengevaluasi klaim-klaim saintifik yang dikaitkan dengan ayat tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan menganalisis sumber-sumber primer berupa kitab-kitab tafsir, karya-karya filsafat tentang positivisme logis, serta literatur ilmiah kontemporer mengenai rotasi bumi dan proses geologi. Analisis dilakukan melalui konsep kebermaknaan (meaningfulness), proposisi analitik dan sintetik, serta verifikasi kuat (strong verification) dan verifikasi lemah (weak verification) yang dikembangkan oleh Ayer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proposisi mengenai pergerakan gunung dapat dipahami sebagai pernyataan yang bermakna secara empiris apabila dikaitkan dengan pergerakan rotasi bumi, sedangkan pernyataan yang berkaitan dengan kesempurnaan penciptaan Allah berada pada ranah metafisika yang tidak dapat diverifikasi secara empiris. Dengan demikian, penelitian ini tidak dimaksudkan untuk mereduksi Al-Qur'an menjadi teks ilmiah, melainkan menawarkan suatu kerangka epistemologis yang menjelaskan batas-batas sekaligus kemungkinan penafsiran ilmiah dalam studi tafsir Al-Qur'an. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkaya dialog antara studi Al-Qur'an, filsafat ilmu, dan sains modern melalui pendekatan evaluatif terhadap validitas epistemologis tafsir ilmiah.

Kata Kunci:
#Tafsir Ilmiah #Alfred Jules Ayer #Prinsip Verifikasi #Positivisme Logis #Epistemologi

Kata Kunci / Kata Kunci

5 Kata Kunci

Daftar Pustaka / Referensi

31 Referensi
  1. Ayer, A. J. (1946). Language, Truth and Logic (2nd ed.). Victor Gollancz.
  2. Bakar, O. (2024). The Qur'ān's Opening Chapter: Its Epistemological Significance for Scientific Exegesis. Al-Shajarah: Journal of the International Institute of Islamic Thought and Civilization (ISTAC), *29*(2). DOI: 10.31436/shajarah.v29i2.1968
  3. Britannica Editors. (2016, April 26). Verifiability principle. Encyclopedia Britannica. https://www.britannica.com/topic/verifiability-principle
  4. Cambridge University Press. (2019). Philosophy of Religion. In The Cambridge History of Philosophy, 1945–2015. DOI: 10.1017/9781316671568
  5. Carnap, R. (1932). Überwindung der Metaphysik durch logische Analyse der Sprache. Erkenntnis, *2*, 219-241.
  6. CiNii Research. (2025). Religious language: Philosophical analysis in secular thinking. CiNii Research. https://cir.nii.ac.jp/crid/1050845762335075712
  7. Diari bidgoli, M., Alizadeh, H., & Shoaei, A. (2014). Moving mountains from the perspective of Qur'an and geology. Journal of Qur'anic Interpretation and Language, *3*(1), 33-46. https://quran.journals.pnu.ac.ir/article_1635.html
  8. EBSCO Research Starters. (2022). Language, Truth, and Logic by Alfred Jules Ayer. In Research Starters: Literature and Writing. https://www.ebsco.com/research-starters/literature-and-writing/language-truth-and-logic-alfred-jules-ayer
  9. Emirati Journal of Space and Astronomy Sciences. (2023). Scientific analysis of Qur'an 27:88. Emirati Journal of Space and Astronomy Sciences, *1*(2), 14-37. DOI: 10.54878/EJSAS.111
  10. Garuda Kemdikbud. (n.d.). Religion and logical positivism: Analysis of religious language. Garuda - Garba Rujukan Digital. https://garuda.kemdikbud.go.id
  11. Garuda - Garba Rujukan Digital. (2025). Scientific Exegesis in Mahmud Yunus's Tafsir. MUSHAF: Jurnal Tafsir Berwawasan Keindonesiaan. https://garuda.kemdiktisaintek.go.id
  12. Ibn Kathir. (n.d.). Tafsir Al-Qur'an Al-'Azim. Volume 6.
  13. Ibn 'Uthaymin. (n.d.). Tafsir Surah An-Naml. In Fatawa Nurun 'ala al-Darb.
  14. IslamWeb. (2016, May 30). Passing of mountains in verse 27:88 will be on Day of Resurrection. IslamWeb. https://www.islamweb.net
  15. Kabir, S. M. H. (2022). Logical Positivism and the Verification Principle [Doctoral dissertation]. University of Dhaka.
  16. Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an. (2019). Tafsir Ilmi: Gunung dalam Perspektif Al-Qur'an dan Sains. Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an.
  17. MIT. (2003). Ayer's Principle of Verification [Lecture notes]. 24.400 Proseminar in Philosophy I. https://dspace.mit.edu
  18. Muttaqin, A. (2016). Konstruksi tafsir ilmi Kemenag RI-LIPI: Melacak unsur kepentingan pemerintah dalam tafsir. Religia, *19*(2). DOI: 10.28918/religia.v19i2.751
  19. Nastiar, M. A. (2026, January 18). Di balik diamnya gunung: Titik temu tafsir As-Sya'rawi dan sains modern dalam tafsir ilmi Kemenag. Lajnah Kementerian Agama RI. https://lajnah.kemenag.go.id
  20. Purwanto, A. (2015). Nalar Ayat-Ayat Semesta: Menjadikan Al-Qur'an sebagai Basis Konstruksi Ilmu Pengetahuan. Bandung: Mizan.
  21. Ramadhani, A. (2023). Integrasi Wahyu dan Sains dalam Tafsir Ayat Kauniyah: Studi Pemikiran Agus Purwanto. Garuda. https://garuda.kemdiktisaintek.go.id
  22. Saad, B. (2023). Earth rotates on itself, the revelation of the Qur'an more than 1400 years ago. Emirati Journal of Space and Astronomy Sciences, *1*(2), 14-37. DOI: 10.54878/EJSAS.111
  23. Shihab, M. Q. (2002). Tafsir Al-Mishbah: Pesan, Kesan dan Keserasian Al-Qur'an. Jakarta: Lentera Hati.
  24. Srinivas, M. (2011). Logical positivism and the verification principle. In Philosophy of Science: A Contemporary Introduction.
  25. Steenhagen, M. (2019). Lecture 2: Objections to the verification theory [Lecture notes]. University of Cambridge. http://msteenhagen.github.io/teaching/201over/
  26. Supriadi, A. (2020). Integrating Qur'an and Science: Epistemology of Tafsir Ilmi in Indonesia. Refleksi, *16*(2). DOI: 10.15408/ref.v16i2.10191
  27. Topbaş, O. N. (2023). The moving mountains. Islam and Ihsan. https://www.islamandihsan.com/the-moving-mountains
  28. University of Cambridge. (n.d.-a). Verificationism and analyticity (Lecture 1) [Lecture notes]. Faculty of Philosophy. https://www.phil.cam.ac.uk/files/verificationism_lecture_1.pdf
  29. University of Cambridge. (n.d.-b). Verificationism and analyticity (Lecture 2) [Lecture notes]. Faculty of Philosophy. https://www.phil.cam.ac.uk/files/verificationism_lecture_2.pdf
  30. University of Michigan. (n.d.). Verification. A History of Philosophy Journals. https://public.websites.umich.edu
  31. University of Notre Dame. (2011). Verificationism [Lecture notes]. PHIL 83104. https://www3.nd.edu/~jspeaks/courses/2011-12/83104/handouts/verificationism.pdf

Informasi Terbitan

Bagian
Artikel
Diterbitkan
2026-06-30

Cara Mengutip

Wardaniyanti. (2026). Menilai Ulang Penafsiran Gunung yang Bergerak dalam QS. An-Naml [27]: 88: Analisis Epistemologis Berdasarkan Prinsip Verifikasi A. J. Ayer. Al Furqan: Jurnal Ilmu Al Quran Dan Tafsir, 9(1), 291-310. https://doi.org/10.58518/alfurqan.v9i1.5013