Rekonstruksi Kerangka Epistemologis Tafsir Ilmiah Al-Qur'an: Tafsir Ulul Albab dan Penafsiran Ayat-Ayat Kauniyah

Penulis

Zunaidi Nur
Universitas Islam Negeri Jurai Siwo Lampung
M. Agus Muhtadi Bilhaq
Institut Agama Islam Negeri Pontianak, Indonesia
Bagikan Artikel Ini:
WhatsApp Facebook X

Unduhan / Naskah Lengkap

Akses Terbuka
Unduh Berkas Lengkap Artikel Format PDF | Bebas diunduh dan dibaca untuk keperluan akademik & sitasi

Abstrak

Perkembangan ilmu pengetahuan modern telah mendorong munculnya berbagai model tafsir ilmiah yang berupaya membangun dialog antara Al-Qur'an dan sains. Namun, penelitian yang mengkaji landasan epistemologis tafsir ilmiah kontemporer masih relatif terbatas, terutama dalam menjelaskan bagaimana wahyu, akal, dan ilmu pengetahuan empiris diintegrasikan ke dalam suatu kerangka penafsiran yang utuh. Penelitian ini bertujuan merekonstruksi kerangka epistemologis Tafsir Ulul Albab karya Agus Mustofa dalam menafsirkan ayat kauniyah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan metode analisis isi. Analisis difokuskan pada sumber pengetahuan, metodologi penafsiran, serta prinsip validitas yang membentuk konstruksi epistemologi Tafsir Ulul Albab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa epistemologi Tafsir Ulul Albab dibangun di atas paradigma integratif yang mensintesiskan wahyu (waḥy), akal ('aql), dan ilmu pengetahuan modern. Secara metodologis, tafsir ini menggunakan pendekatan deduktif-konfirmatif dalam kerangka tafsir tematik parsial (mawḍū'ī) berbasis ra'y, dengan menafsirkan ayat kauniyah melalui temuan-temuan sains kontemporer tanpa mengesampingkan otoritas teks Al-Qur'an. Validitas penafsiran dibangun melalui kesesuaian antara makna tekstual dan bukti ilmiah yang telah terverifikasi sehingga membuka ruang dialog yang konstruktif antara agama dan sains. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan studi Al-Qur'an kontemporer dengan mengonseptualisasikan Tafsir Ulul Albab sebagai model epistemologi tafsir ilmiah yang integratif serta memperkuat dialog interdisipliner antara tafsir Al-Qur'an dan ilmu pengetahuan modern tanpa mereduksi otoritas wahyu.

Kata Kunci:
#Tafsir Ilmiah #Epistemologi #Tafsir Ulul Albab #Ayat Kauniyah #Tafsir Integratif

Kata Kunci / Kata Kunci

5 Kata Kunci

Daftar Pustaka / Referensi

32 Referensi
  1. Ajahari, A. (2017). Pemikiran Fazlur Rahman dan Muhammad Arkoun. Jurnal Studi Agama Dan Masyarakat, 12(2), 132–262. https://doi.org/10.23971/jsam.v12i2.554
  2. Anhar, P. M. A., Sadewo, I., & Ari, M. K. H. A.-A. (2018). Tafsir Ilmi: Studi Metode Penafsiran Berbasis Ilmu Pengetahuan Pada Tafsir Kemenag. Prosiding Konferensi Integrasi Interkoneksi Islam Dan Sains, 1(0 SE-Articles), 109–113. https://sunankalijaga.org/prosiding/index.php/kiiis/article/view/18
  3. Audi, R. (2023). A Contemporary Introduction Epistemology: A Contemporary Introduction to the Theory of Knowledge. Routledge.
  4. Bagus, L. (2002). Kamus Filsafat. Gramedia Pustaka Utama.
  5. Bakhtiar, A. (2005). Filsafat Ilmu. Raja Grafindo.
  6. Bilhaq, M. A. M., & Nur, Z. (2026). INTEGRASI SAINS DALAM TAFSIR AL-QUR’AN: TELAAH ATAS PENDEKATAN SAINTIFIK TAFSIR SAMUDERA AL-FATIHAH. Dar El-Ilmi : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan Dan Humaniora, 12(2), 49–70. https://doi.org/10.52166/darelilmi.v12i2.11349
  7. Faizin, F. (2017). Integrasi Agama dan Sains dalam Tafsir Ilmi Kementerian Agama RI. Jurnal Ushuluddin, 25(1), 19–33. https://doi.org/10.24014/jush.v25i1.2560
  8. Jannah, F. R., & Albab, A. U. (2026). KOSMOGENESIS QUR’ANI: SINTESIS TAFSIR TEOLOGIS DAN SAINTIFIK KONTEMPORER. Ma`had Aly Journal of Islamic Studies, 5(1), 29–44. https://doi.org/https://doi.org/10.63398/crdyft76
  9. Jauhari, T. (1350). Al-Jawahir fi Tafsir al-Qur’an al-Karim. Musthafa al-Baby al-Halaby.
  10. Kattsoff, L. O. (2004). Pengantar Filsafat. Tiara Wacana.
  11. Laila, I. (2014). PENAFSIRAN AL-QUR’AN BERBASIS ILMU PENGETAHUAN. Epistemé: Jurnal Pengembangan Ilmu Keislaman, 9(1 SE-Articles), 45–66. https://doi.org/10.21274/epis.2014.9.1.45-66
  12. Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an. (2013). Tafsir Ilmi. Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an.
  13. Lajnah Pentashihan Mushaf al-Qur’an, B. L. dan D. K. R. dengan L. I. P. (2013). SAMUDRA Dalam Perspektif Al-Qur’an dan Sains. Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an.
  14. Mintaredja, A. H. (2003). Teori-teori Epsitemologi Common Sense. Paradigma.
  15. Mustofa, A. (2005). Menjawab Tudingan Kesalahan Sintifik Al-Qur’an. PADMA Press.
  16. Mustofa, A. (2019). Tafsir Ulul Albab Juz 1. PADMA Press.
  17. Nafisah, M. (2023). Tafsir Ilmi: Sejarah, Paradigma dan Dinamika Tafsir. Al-Fanar : Jurnal Ilmu Al-Qur’an Dan Tafsir, 6(2 SE-Articles), 63–80. https://doi.org/10.33511/alfanar.v6n2.63-80
  18. Nazhifah, D., & Isyti Karimah, F. (2021). Hakikat Tafsir Maudhu’i dalam al-Qur’an. Jurnal Iman Dan Spiritualitas, 1(3), 368–376. https://doi.org/https://doi.org/10.15575/jis.v1i3.13033
  19. Nur, Z., Bilhaq, M. A. M., ’Azima, M. F., & Rahmatullah, S. (2025). The qur’anic semantic of Al-Jannah. HUMANISTIKA : Jurnal Keislaman, 11(2 SE-Articles), 152–162. https://doi.org/10.55210/humanistika.v11i2.2191
  20. Phillips, D. C. (Editor). (2014). Encyclopedia of Educational Theory and Philosophy. Sage Publications.
  21. Pranaka, A. W. . (1987). Epistemologi Dasar: Suatu Pengantar. CSIS.
  22. Putra, R. M., Jawhariyah, W., & Komarudin, E. (2024). DINAMIKA PERKEMBANGAN TAFSIR ‘ILMI DI INDONESIA. Malay Studies: History, Culture and Civilization, 3(2 SE-Articles), 57–66. https://doi.org/10.30631/malay.v3i2.2863
  23. Rohman, I. (2017). TAFSIR AL-QUR’AN BI AL-QUR’AN AS A DISTINCTIVE METHODOLOGY. Proceedings of the International Conference on Qur’an and Hadith Studies (ICQHS 2017), 32–37. https://doi.org/10.2991/icqhs-17.2018.5
  24. Rozikin, Z. (2025). Multimodal Analysis of the Term “Star” in the Qur’an on Agus Mustofa’s YouTube Channel. Islamika Inside: Jurnal Keislaman Dan Humaniora, 11(1 SE-Articles), 85–97. https://doi.org/10.35719/islamikainside.v11i1.265
  25. Setiawan, W. (2025). Korelasi Tafsīr ‘Ilmī Dan I‘jāz ‘Ilmī. Al-Mashadir: Journal of Quranic Sciences and Tafsir, 1(1 SE-Articles), 24–36. https://albaayaninstitute.org/index.php/al-mashadir/article/view/182
  26. Setiyawati, L. A., & Abdullah, F. (2026). TUJUH LANGIT MENGUNGKAP STRUKTUR ALAM SEMESTA DALAM AL-QUR’AN DAN SAINS. Az-Zaida: Jurnal Ilmu Multidisiplin, 2(1 SE-Articles), 330–346. https://albaayaninstitute.org/index.php/azzaida/article/view/490
  27. Setyaningtyas, A., & As’ari, E. (2025). Perkembangan Filsafat Ilmu di Era Modern. Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, Dan Sosial Budaya, 31(2), 923–931. https://doi.org/10.33503/paradigma.v31i2.2788
  28. Suwari, & Dedy Pradesa. (2019). Pendekatan Rasional Dalam Dakwah Masyarakat Modern Konteks Indonesia. INTELEKSIA - Jurnal Pengembangan Ilmu Dakwah, 1(1), 1–26. https://doi.org/10.55372/inteleksiajpid.v1i1.10
  29. Syahril, S. (2009). KONTROVERSI PARA MUFASIR DI SEPUTAR TAFSÎR BI AL-ILMI. Millah: Journal of Religious Studies, 8(2 SE-Articles), 225–239. https://doi.org/10.20885/millah.vol8.iss2.art2
  30. Thahir, L. S., & Dawing, D. (2022). TELAAH HERMENEUTIKA HANS-GEORG GADAMER; MENUJU PENDEKATAN INTEGRATIF DALAM STUDI ISLAM. Rausyan Fikr: Jurnal Ilmu Studi Ushuluddin Dan Filsafat, 17(2 SE-Articles), 349–375. https://doi.org/10.24239/rsy.v17i2.906
  31. Thiselton, A. C. (2002). A Concise Encyclopedia of Religion. Oneworld Publications.
  32. Yusuf, M., & Permana, S. (2021). Analisis terhadap Karakteristik Maudhu’i dalam Penafsiran Hassan Hanafi. Jurnal Iman Dan Spiritualitas, 1(2), 139–145. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.15575/jis.v1i2.11679

Informasi Terbitan

Bagian
Artikel
Diterbitkan
2026-06-30

Cara Mengutip

Nur, Z., & Bilhaq, M. A. M. (2026). Rekonstruksi Kerangka Epistemologis Tafsir Ilmiah Al-Qur’an: Tafsir Ulul Albab dan Penafsiran Ayat-Ayat Kauniyah. Al Furqan: Jurnal Ilmu Al Quran Dan Tafsir, 9(1), 102-122. https://doi.org/10.58518/alfurqan.v9i1.4980